Share Pengalaman Rekrutmen bjb

Share Pengalaman Rekrutmen bjb

Sebenernya sudah lama saya ingin share tulisan ini, yaitu pengalaman mengikuti rekrutmen bank bjb di tahun 2015. Banyak yang share pengalaman masuk bank bjb, dan bank-bank lain yang pada dasarnya tahap-tahapnya mirip. Tapi ini lebih sebagai pengingat bagi saya karena tidak terasa sudah hampir 3 tahun kerja di sini. Ini tes saya yang kedua kali. Dulu tahun 2013 sempat lulus hingga tahap wawancara namun ga pernah dipanggil lagi.

Ini pengalaman yang melelahkan tapi juga mengesankan. Nyesel juga dulu ga langsung ditulis rangkaian seleksinya, karena ternyata udah mulai lupa. Hahaha. Maklum jika tidak detil, tapi  kurang lebih alurnya sebagai berikut.

  1. Daftar di http://rekrutmen.bankbjb.co.id/ dan Seleksi Administrasi

Berawal dari informasi dibukanya pendaftaran calon pegawai bjb tahun 2015 dan berbekal rasa penasaran karena gagal sebelumnya, saya kembali mendaftarkan diri. Pendaftaran dilakukan secara online di alamat http://rekrutmen.bankbjb.co.id. Kenyataannya, banyak pelamar yang melamar ke kantor bjb terdekat. Padahal kemungkinan diterima sangat kecil. Kalaupun diterima, maka akan bekerja sebagai pegawai kontrak dan ujung-ujungnya harus tetap ikut rekrutmen jika ingin jadi pegawai tetap.

Siapkan dokumen pendukung seperti ijazah, surat keterangan lulus, pas foto, dan berkas lainnya dalam bentuk softcopy/hasil scan. Pilih 3 kota penempatan kerja dan kota lokasi untuk tes. Dulu saya pilih penempatan di kota Sumedang, Cirebon, dan Bandung, sedangkan lokasi tes di Cirebon. Kebetulan saat itu saya sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta di Plumbon, Cirebon, jadi akan mudah jika ada panggilan tes. Jangan lupa print formulir pendaftaran akan digunakan pada tahap selanjutnya jika lolos seleksi administrasi.

2.   Tes Pengetahuan Akademik dan Psikotes

Selang seminggu setelah pendaftaran online, ada SMS undangan dari pihak DGS HR Services (salah satu vendor rekrutmen bjb wilayah Cirebon) untuk tes di Auditorium Cendikia Kampus STMIK CIC. Ini terbilang cepat dibanding tes saya di 2013 yang panggilannya memakan waktu berbulan-bulan, sukses membuat harap-harap cemas seorang lulusan kuliah yang kala itu masih pengangguran.

Acara dibagi 2 sesi. Jam 09.00-12.00 Test Pengetahuan Akademik termasuk di dalamnya pengetahuan perbankan. Sebagai seorang lulusan TI, sudah pasti saya blank, jadi hanya mengerjakan sebisanya, sisanya tembaaakkk. Setelah isoma, jam 13.00 dilanjut dengan Psikotes (Ketelitian, GATS, PAPI, Tes Koran, Gambar, dkk). Oh ya, rangkaian tes ini sistem gugur, jadi di sela-sela tes ada saja peserta yang harus pulang karena nilainya tidak memenuhi kriteria.

3. Wawancara Awal dan  Focus Group Discussion

Tahap ini diadakan 2 hari setelah psikotes. Dilaksanakan di hari kerja sehingga saya harus izin ke atasan. Wawancara berlangsung singkat, namun karena jumlah peserta puluhan, saya harus menunggu cukup lama untuk tahap FGD. FGD dimulai setelah istirahat dan saya kebagian jam 14.30, sekelompok dengan 7 orang lainnya. Kami disajikan sebuah skenario di sebuah perusahaan yang di dalamnya melibatkan beberapa jabatan. Ada suatu kesalahan fatal di perusahan tersebut dan kami diminta mengemukakan pendapat tentang siapa yang patut disalahkan dan apa alasannya. Di akhir sesi, kami diminta menyampaikan kesimpulan. Saran saya, berusahalah aktif mengemukakan pendapat, namun tidak juga terlanjur ngotot karena itu juga kurang bagus.

4. TOEFL

Dua hari kemudian, ada pengumuman siapa saja yang maju ke tahap tes TOEFL lewat email. Tes dilaksanakan di English First Cirebon. Tahapannya sama seperti tes TOEFL pada umumnya tapi vendor tidak menyebutkan skor minimal yang harus dicapai. Hal yang paling saya ingat di akhir tes adalah setiap peserta diharuskan membuat essay. Jadi soalnya bukan hanya pilihan ganda saja. Beberapa hari sebelumnya saya baru nonton film Avengers: Age of Ultron, jadilah essay saya tentang karakter Ultron.

5. Medical Check Up

Tak disangka saya lolos lagi. Hingga tahap ini saya mulai bingung mencari alasan apa lagi kepada atasan karena sudah terlalu sering izin. Maka kini saya izin ke dokter. Alasan saya tidak sepenuhnya salah karena memang saya akan diperiksa dokter di klinik Pramita, tempat MCU bjb dilaksanakan. (Maaf pak 😀 )

6. Wawancara Akhir

Ini adalah tahap yang paling menentukan menurut saya, karena dulu saya gagal di sini. Wawancara dilaksanakan di bjb Cabang Cirebon. Saya sudah mulai akrab dengan peserta lain karena saking panjangnya rangkaian tes yang kami jalani. Entah kenapa saya juga lebih cepat akrab dengan orang-orang di sini. Ada orang Kuningan, Indramayu, Sumber, dan Cirebon. Berbeda sekali dengan teman-teman wawancara saya di Bandung, 2013 lalu.

Wawancara saya cukup santai dibanding teman-teman yang lain. Mungkin karena sudah pernah sampai tahap ini sebelumnya. Saya hanya ditanya pengalaman kuliah dan bekerja. Ditanya juga masalah-masalah yang pernah saya hadapi dalam pekerjaan, termasuk cara saya menyelesaikan masalah. Semua saya jelaskan dengan santai dan apa adanya.

7. Verifikasi Data

Ini adalah tahap terakhir, sampai tahap ini peserta bisa dinyatakan 99% lolos rekrutmen bjb. Selain psikotes, wawancara akhir bisa dibilang tahap yang paling banyak memangkas peserta. Dari puluhan peserta hanya menyisakan 10 orang saja yang diundang ke Bandung untuk verifikasi data. Sialnya, bjb mensyaratkan NPWP dan SKCK sebagai berkas yang wajib dibawa ke Kantor Pusat. Dengan waktu 1 hari, saya maksimalkan untuk melengkapi semua berkas, terutama 2 berkas tadi. NPWP saya daftar online, sedangkan SKCK dibantu oleh ayah saya. Proses seleksi memang terkesan marathon, denger-denger memang saat itu sedang rekrutmen besar-besaran.

8. Wajib Militer dan Pendidikan Perbankan

Tantangan belum berakhir, peserta yang telah melakukan verifikasi data diwajibkan mengikuti wamil dan diklat dasar perbankan. Namun waktunya terlalu sempit untuk mengurus administrasi saya di perusahan lama, idealnya butuh 1 bulan untuk proses resign. Saya meminta perpanjangan waktu kepada HR bjb pusat. Bjb hanya bisa melakukan reschedule 2 minggu ke angkatan di bawah saya. Staf HR tidak bisa memastikan kapan jadwal rekrutmen selanjutnya. Itu artinya kesempatan saya bisa saja hangus.

Setelah berdiskusi dengan orang tua, teman seperjuangan di bjb yang sama-sama terkendala proses resign, senior dan spv di tempat kerja, akhirnya saya memberanikan diri bicara jujur kepada manager saya di kantor untuk minta izin resign secara cepat tanpa kabur begitu saja. Saya ingin resign dengan baik-baik. Dulu melamar baik-baik, maka keluar pun harus dengan cara baik-baik. Di luar dugaan, manager saya malah tersenyum.

“Silahkan, saya ga mau menghalangi karir kamu. Kalau kamu bisa lebih sukses di luar sana kenapa mesti saya halangi?” katanya sambil menandatangani surat pengajuan resign saya.

Mantap pak, sosok pemimpin yang punya pemikiran terbuka!

September 2015 saya mulai bekerja di bjb Majalengka, kabupaten yang berlokasi di antara Cirebon dan Sumedan. Lokasinya selalu saya lewatin ketika pulang kampung dari Cirebon ke Sumedang. Ditempatkan sebagai Staf TI (EDP). Hingga tulisan ini dibuat, sudah 2,5th menempati jabatan ini, and I’m doing just fine 🙂

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *